Jumat, 22 Januari 2010

Dukungan facebookers hingga karangan bunga untuk Pak Guru Murdiyanto


Murdiyanto dengan busana cokelat muda menatap lurus ke depan. Tidak ada yang istimewa dalam foto profil grup facebook itu kecuali sosok pengajar yang teguh memegang komitmen tentang kejujuran meski ancaman pencabutan sertifikasi hingga pemecatan membayang di mata.

Judul grup facebookers yang muncul di dunia maya pada pekan lalu itu adalah Gerakan 1 juta facebookers dukung Murdiyanto. Lahirnya grup facebookers itu dilatarbelakangi ancamanan pemecatan dari Dinas Pendidikan (Disdik) kepada Murdiyanto karena yang bersangkutan dinilai telah menodai citra institusi.

Bentuk penodaan tersebut terjadi ketika Murdiyanto dengan lantang memprotes mengenai setoran uang terimakasih senilai Rp 600.000/orang kepada Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai imbalan Disdik telah membantu mengurus pencairan tunjangan sertifikasi guru.

Bukannya mengambil kebijakan merespons dan menyelidiki laporan Murdiyanto, Disdik justru melakukan pemanggilan, pembinaan hingga ancamanan pemecatan kepada yang bersangkutan. Murdiyanto yang menghadapi semuanya itu sendirian, tanpa advokasi dan bekal pengetahuan hukum yang memadai, akhirnya mengambil keputusan mengalah. Di bawah tekanan para staf Disdik, Sabtu (21/1) Murdiyanto pun mencabut segala pernyataannya di media dan di dewan agar dirinya tidak dipecat.

Pabrik Plastik di Grogol terbakar


Sukoharjo. Pabrik plastik berskala besar di Kawasan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, terbakar, Jumat (22/1) dinihari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengusut penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos di lokasi, kebakaran pabrik milik PT Nusantara Plastik di Jl Cempaka 15, Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Api melalap gudang bahan baku, kantor pabrik dan rumah pribadi yang berada satu kompleks dengan pabrik seluas 3.000 meter persegi tersebut.

Setidaknya empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Namun lantaran barang-barang di gudang berupa bahan baku pembuatan plastik yang mudah terbakar menyulitkan upaya pemadaman. Baru pada sekitar pukul 06.00 WIB api bisa dikuasai.